Cara instalasi kamera E-TLE ke lampu flash meliputi pemasangan fisik, wiring trigger, sinkronisasi timing, dan konfigurasi agar plat nomor terekam jelas siang dan malam.
Cara Instalasi Kamera E-TLE ke Lampu Flash (Strobo) pada Sistem Tilang Elektronik
Apa Itu Lampu Flash pada Kamera E-TLE?
Lampu flash (strobo) pada sistem E-TLE adalah lampu intensitas tinggi yang berfungsi untuk:
Menerangi objek saat pelanggaran
Membekukan gerakan kendaraan
Membuat plat nomor terbaca jelas oleh kamera ANPR
Lampu ini bukan lampu biasa, tapi industrial strobe light khusus traffic enforcement.
Komponen Utama Sistem Kamera E-TLE + Flash
Dalam satu titik ETLE biasanya terdiri dari:
Kamera ANPR / LPR
Kamera overview
Kamera face / driver
Lampu flash (strobo)
Controller / I/O trigger
Power supply
Switch jaringan
Server ETLE / VMS
Skema Dasar Koneksi Kamera E-TLE ke Lampu Flash
Kamera ANPR
↓ (Trigger Output / I/O)
Controller / Relay
↓
Lampu Flash (Strobe)
Atau pada sistem modern:
Kamera AI ───── Ethernet ──── Server AI
│
└── Digital Output (DO) ── Flash Light
Tahapan Cara Instalasi Kamera E-TLE ke Lampu Flash
1. Penentuan Posisi Fisik
Posisi Kamera:
Menghadap lurus ke jalur
Sudut 15°–30°
Jarak ideal 10–25 meter dari objek
Posisi Flash:
Sejajar dengan kamera
Mengarah ke plat kendaraan
Tidak menghadap langsung ke mata pengemudi
Tujuan:
Cahaya fokus ke plat, bukan menyilaukan pengendara.
2. Instalasi Fisik Lampu Flash
Lampu flash dipasang di:
Tiang PJU
Tiang kamera
Overhead gantry
Gunakan:
Bracket besi
Anti getar
Housing IP66/IP67
3. Wiring (Pengkabelan Flash)
Ada 3 jalur utama:
a. Power Supply
Biasanya:
220V AC atau
24V DC industrial PSU
b. Trigger Cable (Paling Penting)
Kabel trigger dari:
Kamera (Digital Output)
Atau controller I/O
Jenis:
NO / NC relay
TTL / Dry contact
c. Grounding
Wajib:
Anti petir
Hindari lonjakan arus
Sangat penting di outdoor
4. Konfigurasi Trigger Flash di Kamera
Di menu kamera ANPR:
Biasanya:
Event → ANPR → Trigger Output → Enable
Setting:
Saat pelanggaran → DO aktif → flash menyala
5. Sinkronisasi Timing Flash
Ini bagian paling krusial secara teknis.
Parameter:
Delay: 1–10 ms
Flash duration: 50–200 ms
Kalau salah:
Terlalu cepat → objek belum masuk frame
Terlalu lambat → kendaraan lewat
Target:
Flash menyala tepat saat plat berada di tengah frame.
6. Kalibrasi Sudut & Intensitas Flash
Atur:
Arah sorot
Sudut refleksi
Intensitas cahaya
Tujuan:
Tidak over exposure
Tidak glare
Plat tetap kontras
7. Testing Lapangan (Wajib)
Lakukan uji:
Siang
Malam
Kecepatan rendah
Kecepatan tinggi
Hujan (kalau bisa)
Cek:
Apakah plat terbaca?
Apakah ada motion blur?
Apakah flash terlalu silau?
Tipe Koneksi Flash pada Sistem E-TLE
1. Direct Trigger
Kamera langsung ke flash.
Cocok:
Sistem kecil
1 kamera 1 flash
2. Via Controller
Kamera → I/O Controller → Flash
Cocok:
Banyak kamera
Banyak flash
Sinkron multi lane
Kesalahan Umum di Lapangan
❌ Flash terlalu tinggi
❌ Sudut salah → silau tapi plat gelap
❌ Delay timing tidak diset
❌ Tidak ada grounding
❌ Kabel trigger pakai kabel abal-abal
Hasilnya:
Sistem jalan, tapi OCR plat sering gagal.
Standar Profesional Instalasi ETLE
Di proyek serius (Dishub / Polantas):
Wajib ada:
SOP instalasi
As-built drawing
IP addressing
Log testing
Dokumentasi foto
Perbedaan Instalasi ETLE vs CCTV Biasa
| Aspek | CCTV Biasa | Kamera E-TLE |
|---|---|---|
| Flash | Tidak ada | Wajib |
| Trigger I/O | Tidak ada | Ada |
| Sinkronisasi | Tidak perlu | Wajib |
| Kalibrasi | Sederhana | Presisi |
| Legal evidence | Tidak | Ya |
Kesimpulan
Instalasi kamera E-TLE ke lampu flash bukan sekadar colok listrik, tapi engineering system yang melibatkan:
Posisi optik
Wiring I/O
Sinkronisasi timing
Kalibrasi cahaya
Testing real traffic
Kalau salah sedikit, sistem tetap hidup, tapi tidak valid sebagai alat bukti tilang.

0 Comments
❌ It is forbidden to copy and re-upload this Conten Text, Image, video recording ❌
➤ For Copyright Issues, business cooperation (including media & advertising) please contact : ✉ hcid.org@gmail.com
✉ Copyright@hcid.org